WAJIB BACA : Cerita ini adalah 100% cerita KKN A176 yang dialami dan dilakukan oleh penulis sendiri, sehingga cerita ini tidak mengandung unsur rekayasa maupun unsur buatan. Selamat Membaca!
Mari ucapkan selamat pagi ...
Wujudkan mimpimu lagi ...
Semoga hari ini jadi hari yang indah ...
Hari telah berganti, hari ini adalah hari Rabu, 12 Juli 2017. Kami mulai melaksanakan jadwal dan kegiatan kerja yang telah kami susun sebelumnya. Jadwal piket bersih-bersih, jadwal penanggung jawab masak-memasak, jadwal kegiatan, dan jadwal lainnya pun juga telah terpasang di dinding rumah kami. Padahal sebenarnya hari ini kami belum memiliki kegiatan kerja yang pasti (Ya secara hari ini adalah hari pertama gitu 😜). Ibu-ibu A176 juga mulai bertugas untuk memenuhi kebutuhan sarapan kami dan petugas piket hari ini adalah Diana, Novi, Nia, dan Ikrom (Eh.. kok inget sih. Haha 😉) yang juga mulai bekerja, seperti membersihkan rumah, belanja sayur di pasar, membantu masak ibu-ibu di dapur, bakar sampah, dan sebagainya. Lalu, teman-teman lainnya melakukan aktivitas layaknya anak kos yang mandiri, seperti mencuci baju, menjemur baju-bajunya di samping rumah, meneruskan tidur panjangnya (*eh 🙊).
Hal yang menarik pada pagi hari pertama ini adalah anak-anak Jatibedug main berkunjung ke posko dan langsung memperkenalkan diri, ketika kami akan sarapan. Alhasil mereka menemani kami sarapan deh (Ya udh tidak apa-apa, tentunya kami nawarin mereka makan bareng. Maklumlah pencitraan dulu sama anak-anak 😂). Menu makan sarapan kami adalah sayur sop dan tempe 20 potong (Hati-hati lho gaes.. kamu harus adil.. berapa jumlah kamu ambil dicatat... sama Mbak Bety tentunya 😉). [Sepertinya hari pertama, ibu-ibu masa sayur sop dan tempe. Benar tidak ini ?]
Hal yang menarik pada pagi hari pertama ini adalah anak-anak Jatibedug main berkunjung ke posko dan langsung memperkenalkan diri, ketika kami akan sarapan. Alhasil mereka menemani kami sarapan deh (Ya udh tidak apa-apa, tentunya kami nawarin mereka makan bareng. Maklumlah pencitraan dulu sama anak-anak 😂). Menu makan sarapan kami adalah sayur sop dan tempe 20 potong (Hati-hati lho gaes.. kamu harus adil.. berapa jumlah kamu ambil dicatat... sama Mbak Bety tentunya 😉). [Sepertinya hari pertama, ibu-ibu masa sayur sop dan tempe. Benar tidak ini ?]
![]() |
| Temen-temen KKN A176 sedang sarapan bersama dan ditemani oleh anak-anak Jatibedug yang berkunjung ke Posko kami pada hari pertama |
Setelah sarapan, kami pergi ke Kantor Kelurahan Punduhsari untuk bertemu dengan Bu Lurah, salah satu tujuannya adalah "mengganti" pertemuan pada hari sebelumnya akibat keterlambatan hadir dalam upacara
penerimaan mahasiswa KKN di Kantor Kecamatan Manyaran (Hahaha. Kenapa bisa telat ? Kalian dimarahi tidak ?). Jawaban pertama, coba kalian baca : [Chapter 1] Apakah ini KKN atau "Dolan Berfaedah" ? (https://ardianinf.blogspot.co.id/2017/08/apakah-ini-kkn-atau-dolan-berfaedah.html) 😉. Jawaban kedua adalah kami tidak dimarahi dan tidak dikasih hukuman, santai saja, tetapi saya pribadi tidak tahu apakah dikasih nasihat atau tidak. (hahaha). Tujuan lain dari kunjungan kami juga adalah silaturahmi dengan beberapa pihak yang berkaitan dengan kelangsungan hidup KKN kami selama satu bulan.
Karena di kelurahan kami tidak bertemu dengan Pak Korling, kami akhirnya mengunjungi beliau secara privasi ke rumahnya. Di rumah Pak Korling, kami tidak terlalu membicarakan banyak hal, hanya sebatas bertemu, silaturahmi, lapor "KKN A176 telah tiba dan siap mengemban amanah" (hahaha... anggap saja seperti itu), dan sedikit bercerita tentang program-program kerja kami. Kemudian, Pak Korling juga mengundang kami untuk datang dalam acara Rapat Pemilihan Ketua RT 01 yang diselenggarakan pada malam harinya. (Penasaran ? Tunggu alinea berikutnya yaa). Sepulangnya dari kunjungan ini, kami pulang ke posko tercinta kami. (Kalau tidak salah yaa...kami langsung balik pulang ke posko. hahaha)
Sampai disini apakah ada yang ingin ditanyakan dari acara-acara kami ? Mungkin teman-teman sedikit tergelitik dengan kata "Korling" pada penyebutan nama di atas. Apakah seperti itu ? Kalau begitu apakah teman-teman bertanya apa yang dimaksud dengan korling sebenarnya ? Apa peran jabatan ini dalam suatu lingkungan? Apa perbedaan Korling dan Ketua RW? Okee.. saya akan coba jelaskan. Yukk simak yaa! 😉
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa Lingkungan merupakan unit pemerintahan yang setingkat dengan dusun. Lingkungan adalah pembagian wilayah administratif yang bekerja di bawah kelurahan atau desa. Setiap lingkungan dipegang oleh satu orang yang menjabat sebagai Korling (Koordinator Lingkungan), singkatnya adalah Korling ini setara dengan Kepala Dusun. Koordinator Lingkungan ini merupakan perangkat wilayah kelurahan yang bekerja sebagai pembantu Lurah dalam menyelenggarakan pemerintahan pada bagian wilayah lingkungan. Secara tidak langsung, Korling adalah asisten dari Lurah. Korling sendiri harus berdomisili di lingkungan yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya. Lingkungan ini membawahi Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), dan perangkat-perangkat lain yang setara. Jadi, teman-teman sudah tahu kan bahwa Korling dan Ketua RW jelas berbeda. Secara pemerintahan, posisi Korling membawahi posisi Ketua RW. Pastinya tugas dan tanggung jawab Korling sendiri dengan Ketua RW juga berbeda.
Tugas Koordinator Lingkungan antara lain : 1) Membantu tugas Lurah dalam melaksanakan tugas operasional kewilayahan; 2) Membina wilayah dan kemasyarakatan, termasuk organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan olahraga; 3) Mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat setempat; 4) Sebagai penyelenggara kegiatan pemerintah, pembangunan, kemasyarakatan serta keamanan, ketentraman, dan ketertiban; 5) Sebagai pelaksana keputusan dan kebijakan Lurah; 6) Sebagai penyelenggara pembinaan kerukunan warga; 7) Membina dan meningkatkan partisipasi swadaya dan gotong royong masyarakat; 8) Sebagai penyelenggara penyuluhan kegiatan program-program pemerintah.
Selanjutnya, saya akan mencoba untuk menjelaskan juga tentang Korling itu sendiri. Sebenarnya penamaan Korling bukanlah hal yang baru teman-teman, karena tercantum juga dalam UU No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintah Desa. Pasal 1 (d) menyebutkan bahwa Lingkungan adalah bagian wilayah dalam kelurahan yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan kelurahan. Pasal 31 (1), untuk memperlancar jalannya pemerintahan kelurahan, di dalam kelurahan dapat dibentuk Lingkungan yang dikepalai oleh Kepala Lingkungan (Korling) sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri, (2) Kepala Lingkungan adalah unsur pelaksana tugas Kepala Kelurahan dengan wilayah kerja tertentu, (3) Kepala Lingkungan adalah Pegawai Negeri yang diangkat dan diberhentikan oleh Bupati/Walikota atas nama Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pembahasan lanjutan pada pasal 31 ayat (3) tentang status kepegawaian Korling. Korling sendiri bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), dapat dikatakan bahwa sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL), sehingga tidak ada ketentuan honorarium tertentu secara rutin bulanan, akan tetapi hanya berupa insentif kerja tertentu. Korling juga kemudian dianggap sebagai tokoh masyarakat. Korling biasanya mengurusi urusan administrasi, urusan kesejahteraan masyarakat, pengurusan KTP, KK, Surat Nikah, Surat Pindah, Surat Keterangan Kematian, Surat Keterangan Miskin, dan sebagainya.
Berdasarkan sumber yang saya baca, aturan menjadi Korling sebagai berikut : 1) Minimal berpendidikan SMA/sederajat; 2) Sudah berumah tangga; 3) Berusia minimal 25 tahun dan maksimal 60 tahun. Pengangkatan Korling dilaksanakan dengan pemilihan langsung oleh masyarakat (dipilih oleh warga). Kemudian, masa jabatannya adalah 3 tahun dan maksimal menjabat sebanyak 2 kali periode.
* (Dari Segala Sumber)
Sekian penjelasan saya tentang Koordinator Lingkungan, semoga sobat-sobat lebih paham ya sekarang. Saya akan melanjutkan cerita KKN pada hari kedua setelah kepulangan kami dari rumah Pak Korling. Karena kami tidak memiliki kegiatan pada waktu ini, akhirnya Mas Ikrom memanfaatkannya untuk melaksanakan program kerja (proker) individunya. Kegiatannya adalah Mas Ikrom mengajak anak-anak Jatibedug yang datang ke posko lagi untuk membuat dan bermain pesawat terbang dari kertas. (Katanya sih ini dimasukin langsung aja jadi Program Kerja Individunya. Kelihatan juga kan kalau kegiatannya ini aja enggak jelas 😐😂) Sedikit 'bongkar' cerita yaa... Dari 10 mahasiswa KKN A176, Proker Individu paling tidak jelas adalah Prokernya Mas Ikrom. (Kenapa? 😂) Karena Mas Ikrom sendiri juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan prokernya. Tidak hanya itu, setelah dia mengisi prokernya, kegiatan-kegiatannya juga terkadang tidak jelas dan 'menyusahkan' temannya. Alhasil, teman-teman yang bantuin prokernya Mas Ikrom bingung semua, mulai dari mengisi Catatan Harian sampai Laporan KKN (Hahaha... sabar yaa gengss).
Pokernya Mas Ikrom ini dapat dikatakan berhasil lho (Kenapa?), karena dia berhasil "membuat anak-anak bahagia dan seneng" kok 😉 ya kann... *mungkin ini adalah prinsipnya. 😂
Berikut foto-foto prokernya :
Ketika Mas Ikrom (Sepertinya ini Mas Ikrom tidak ada teman yang bantuin deh) tengah asyik bermain dengan teman-teman kecilnya, saya dan Nia pergi berdua membeli 'jajan' rujak ice cream di Warung Depan Gapura Jatibedug Pinggir Jalan (Hahaha. Warung ini adalah milik bapak dan ibu yang rumahnya sedang kami tempati ini. Terimakasih ya bapak dan ibu 😗), apalagi siang hari di Jatibedug pada waktu itu sangat panas (Enak kan yaa.. panas-panas, makan ice cream 😃)
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa kelompok KKN berjumlah 10 orang, akan tetapi sepulangnya dari jajan rujak ice cream, kami kembali melakukan rutinitas layaknya anak kos yang mandiri. Pada saat itu, teman kami, Nia sedang menimba air sumur untuk mencuci baju di belakang rumah. (Apa ? Nimba air di sumur ? Yaa.. karena mesin air sedang rusak pada hari-hari pertama kedatangan kami dan sedang dalam proses perbaikan) Dia mendengar suara anak kucing dan menimpali 'meongan' tersebut, sehingga si anak kucing ini menghampirinya, dan dia membawanya masuk ke dalam. Dengan nyeletus, dia berkata, "Kasian kucingnya kalau dibiarin." (Teman-teman pasti memahami apa yang dimaksud dari perkataannya). Baiklah, kami pun juga tidak mempermasalahkannya, siapa tahu si anak kucing ini mampu menjadi salah satu sumber kebahagiaan. Kami pun menjadikannya sebagai anggota ke-11 kelompok KKN A176 (Eh.. apa iya ? Ceritanya dibuat-buat aja sih jadi anggota ke-11). Setelah 'memakan' waktu yang panjang, kami akhirnya memberikan nama si anak kucing ini "IPUS" sama seperti yang diberikan oleh 'Mpunya'.
Akhirnya, malam hari tiba. Yaa.. agenda kami selanjutnya adalah menghadiri Rapat Pemilihan Ketua RT 01 Lingkungan Jatibedug. Pelaksanaan agenda ini bertempat di Rumah Bapak Pardi. Lalu, apa saja kegiatan yang dilakukan selama Rapat Pemilihan Ketua RT ini berlangsung ? Kegiatan pertama yang dilakukan adalah arisan RT bapak-bapak, pembayaran iuran rutin, dan pembayaran koperasi RT (Seingetku ada 3x kegiatan pertama sebelum acara inti dimulai. Mungkin teman-teman yang tahu bisa menambahkannya 😁😆)
Hal menarik yang terjadi pada acara ini adalah saya, pribadi, merasakan "kekhasan" masyarakat desa yang mana ungkapan "manusia adalah makhluk sosial" sangat terlihat dan terasa disini. Tidak hanya itu juga, acara ini pertama diisi oleh Bapak Korling Jatibedug yang menyampaikan sambutan. Kemudian, disusul oleh Bapak DPRD Wonogiri dan Bapak dari Dinas Pendidikan Wonogiri yang menghadiri dan menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat Jatibedug. Acara selanjutnya pasti adalah pemilihan ketua RT yang dilakukan dengan cara penunjukan beberapa nama, lalu dimusyawarahkan bersama. Beberapa nama tersebut dipilih oleh masyarakat yang hadir, lalu dilantik menjadi ketua RT yang baru. (Jeng..jeng..jeng) Ketua RT 01 yang baru adalah Bapak Suyadi. Harapannya adalah semoga diberi kelancaran dan kesuksesan dalam mengemban amanah. (Yaa kaann.. Aamiin 😁)
Oh iya, dalam acara ini, kami juga tidak luput untuk memperkenalkan diri kami, memohon maaf, berterimakasih, dan memohon bantuannya untuk pelaksanaan KKN selama satu bulan. Selain itu, kami juga diberi waktu untuk menyampaikan beberapa program kerja kami selama satu bulan kedepan. Lalu, sesi selanjutnya adalah tanya jawab dan disambung dengan seperti sosialisasi oleh Bapak DPRD Wonogiri dan Bapak dari Dinas Pendidikan Wonogiri. Saya pikir hanya seperti itu saja susunan acaranya, setelah itu kami juga hanya mendengarkan sosialisasi dari beliau-beliau.
Sebenarnya proker kami saat ini dengan proker saat itu yang disampaikan kebanyakan sangat berbeda, karena kami juga sempat sosialisasi 'kesana-kemari' dan mendapatkan saran, nasehat, rekomendasi, dan lain sebagainya. (Jeng.. jeng.. jeng) Tersusunlah proker-proker kami seperti di bawah ini 😄. Berikut proker-proker kami yang tersusun :
a) Proker Kelompok Utama : Pendampingan TPA, Plangisasi, Festival Anak Sholih Jatibedug.
b)Proker Kelompok Penunjang : Sosialisasi Program Kerja KKN, Menyebarkan Surat Pemberitahuan Kegiatan KKN, Pendampingan PAUD, Pengajian Malam Jum'at, Bersih Dusun, Senam Sehat, Jalan Sehat, Pendampingan Rapat Karang Taruna, Pentas Akhir KKN, Pemanfaatan Barang Bekas bagi Ibu-Ibu PKK, Sayonara.
c) Proker Kelompok Tambahan : Rapat Pemilihan Ketua RT, Pertemuan Rutin PKK, Belajar Iqro', Kerja Bakti Turen dan Tanjung, Kerja Bakti di Kelurahan, Rapat Panitia Lomba TPA, Kerja Bakti Rasulan, Rasulan, Imunisasi MR PAUD Jatiwangi, dan Kerja Bakti Turen dan 17-an.
d) Proker Individu :
- Ikrom : Physic is Fun (Pengenalan Fisika kepada Anak)
- Sutrisno : Pelatihan Bahasa Jawa
- Rangga : Bedah Film dan Pendampingan Sepak Bola
- Ririn : Pengelolaan Arsip PAUD
- Cicha : Pendampingan Belajar SD
- Diana : Pelatihan Kerajinan Kokoru
- Dhila : Pengenalan dan Pelatihan Bahasa Prancis "Bonjour La France"
- Nia : Pelatihan Tari
- Novi : Bimbingan Belajar Matematika
- Bety : Pengenalan Dunia Sains dan Aplikasinya
e) Proker Individu Tambahan :
- Ririn : Pencatatan Database Inventarisasi Buku Perpustakaan SD N II Punduhsari
- Cicha : Membantu Mengajar di SD
- Bety : Pendampingan Belajar Fisika
- Nia : Pelatihan Tari 17-an
- Novi : Bimbingan Belajar Bahasa Inggris
Sampai disini ada yang ingin ditanyakan tentang proker kami ? Kalau ada, tinggalkan komentar saja di bawah ini. Kemudian, penasaran juga dengan setiap proker kami ? Tunggu chapter-chapter berikutnya yaa kalau begitu. 😄
Selanjutnya kita beralih pada pembicaraan lain seputar acara malam ini yaa.. Apakah sobat-sobat ardiani juga bertanya tentang kelakuan kami saat mengikuti acara ini ? Pasti tidak mungkin kan yaa kalau kita hanya duduk diam begitu saja. Sayangnya, ada beberapa kejadian yang tidak terdokumentasi dengan baik. Alhasil, kejadian ini berdasarkan cerita pribadi (yang semoga saja kejadian ini benar-benar asli dan memang dilakukan, tanpa rekayasa. Hahaha 😄)
Kejadian lucu yang saya alami pada acara ini adalah ulah mas Sutrisno. Saya tidak tahu pasti apakah ada teman lainnya yang sama memperhatikan ulahnya (Ecieee... 😜). Dua cowok A176 adalah perokok (katakanlah begitu yaa, tapi mereka ini bukan perokok aktif kok, jadi kadang-kadang aja), sedangkan sisanya, (berarti) Mas Sutrisno, bukanlah cowok perokok (Give him applause. Hahaha). Sobat-sobat coba perhatikan foto di atas. Dalam foto tersebut, terlihat bahwa ada gelas yang berisi rokok ya kan? (Aku baru pertama kali ini lho gaes melihat gelas berisi rokok yang disuguhkan bersama jajanan lainnya dan aku langsung terkejut setibanya gelas tersebut, biasanya kan bapak-bapak sudah membawa "barang wajib" tersebut kemana-mana dan pastinya tidak akan terlupa).
Back to the story of Mas Sutrisno. Nah, Mas Sutrisno ini pura-pura jadi anak perokok ternyata (Hahaha 😂). Dia mengambil satu putung rokok dari dalam gelas tersebut, lalu melakukan pose seperti perokok pada umumnya dan mengulanginya beberapa kali, dan selanjutnya adalah memberikan rokok tersebut ke sampingnya, kalau tidak salah, ke Rangga (Ya gak ngga ? hahaha). Jadi, mas Sutrisno ini tidak merokok, tetapi dia pura-pura jadi cowok perokok. (Kelihatan kan sekarang kalau orang gabut di acara orang. Mereka mencari aktivitas lain dan terkadang melampaui 'kenormalannya').
(Mungkin begitulah sepenggal ceritaku pada acara ini, lalu bagaimana dengan ceritamu ?)
Hari beranjak semakin malam, waktu menunjukkan pukul 23.00 dan kami pamit pulang lebih awal, karena mata-mata sayup ini mulai mengantarkan kami untuk memasuki dunia fana yang indah tetapi sementara. Setelah keluar rumah, saya melihat ke atas, "awan gelap dan cahaya rembulan mulai menampakkan diri di dalam peraduannya". Saya mendengar sekeliling, "kicauan binatang malam yang tidak ingin mengalah juga mulai menemani setiap langkah menuju tempat persinggahan sementara kami". Kemudian, pada saat itu, di dalam hati saya berkata, "Apakah ini akan menjadi akhir dari cerita hari ini ? Lalu, bagaimanakah cerita hari selanjutnya ? Apakah akan seindah hari ini atau akan lebih indah ? Jujur aku tak tahu, tapi Tuhan telah punya rencana lain."
Sedikit kutipan dari Bapak DPRD Wonogiri yang mungkin mengusik pikiran saya dan membuat saya ingin menceritakannya, "Angan-angan dan cita-cita adalah dua hal yang berbeda. Angan-angan adalah hanya sebuah keinginan akan apa yang hendak kamu capai, tetapi cita-cita adalah sebuah bentuk pencapaian tentang apa yang ingin kamu hendaki mungkin saja sejak kamu kecil, sehingga kamu pasti akan melakukan apapun untuk mewujudkan cita-citamu, baik berdoa dan berusaha keras." Beliau berharap bahwa kami memiliki cita-cita, bukan angan-angan belaka. Lalu, beliau juga menambahkan sebuah kutipan berisi pesan dari Bapak Soekarno, "Toh, apabila kalian jatuh dalam pencapaian tersebut, kalian hanya akan jatuh di antara bintang-bintang di langit." 😊
Setibanya di posko tercinta, kami mulai mengeluarkan 'alat-alat ritual' kami, salah satunya seperti foto di atas dan melaksanakan 'ritual' ini setiap malam atau setelah seluruh aktivitas terlaksana. Apakah itu ? ritual ini adalah rapat, evaluasi yang mana bahasannya berbeda setiap hari, tetapi berhubungan dengan program kerja, agenda, kegiatan, pengingat, catatan, dan evaluasi, baik kilas balik proker ataupun kegiatan apa saja yang harus dilakukan pada esok harinya. Kami kemudian menutup rapat ini dengan beberapa kalimat penyemangat dan menjalankan ritual sebelum tidur.
[** Mohon maaf atas beberapa list yang mungkin tidak sesuai dengan faktanya, karena kami saat itu juga masih 'perkenalan'. Alhasil, beberapa list yang kami tulis terkadang belum valid, karena beberapa sumber yang diterima.]
Ternyata perkumpulan ini telah membuat malam menjadi semakin malam, denting jarum jam mulai terdengar oleh siapapun yang berusaha menjaga kantuknya, lambaian alam peraduan juga mulai merangkul kami untuk menghampirinya seakan telah mengetahui apa yang akan kami jumpai di dalam dunia fana yang 'katanya' hanya perpaduan harapan dan kejadian, tetapi entahlah.
Cerita KKN hari ketiga pun dimulai pada hari berikutnya, Kamis, 13 Juli 2017.
Terimakasih sobat-sobat ardiani sudah menjadikan postingan cerita ini sebagai bahan bacaan anda. Semoga bermanfaat 😄.
Kemudian, apa sih yang biasa saya dan teman-teman satu kelompok lakukan selama KKN satu bulan ? Apakah akan ada cerita cinta seperti celotehan para dosen ? Nantikan cerita-cerita saya tentang KKN selanjutnya yaa... Au revoir! 😙
*Foto dari berbagai sumber
![]() |
| Setelah kunjungan dari Kantor Kelurahan Punduhsari |
![]() |
| Silaauu ya mbaakk 😏 |
Karena di kelurahan kami tidak bertemu dengan Pak Korling, kami akhirnya mengunjungi beliau secara privasi ke rumahnya. Di rumah Pak Korling, kami tidak terlalu membicarakan banyak hal, hanya sebatas bertemu, silaturahmi, lapor "KKN A176 telah tiba dan siap mengemban amanah" (hahaha... anggap saja seperti itu), dan sedikit bercerita tentang program-program kerja kami. Kemudian, Pak Korling juga mengundang kami untuk datang dalam acara Rapat Pemilihan Ketua RT 01 yang diselenggarakan pada malam harinya. (Penasaran ? Tunggu alinea berikutnya yaa). Sepulangnya dari kunjungan ini, kami pulang ke posko tercinta kami. (Kalau tidak salah yaa...kami langsung balik pulang ke posko. hahaha)
Sampai disini apakah ada yang ingin ditanyakan dari acara-acara kami ? Mungkin teman-teman sedikit tergelitik dengan kata "Korling" pada penyebutan nama di atas. Apakah seperti itu ? Kalau begitu apakah teman-teman bertanya apa yang dimaksud dengan korling sebenarnya ? Apa peran jabatan ini dalam suatu lingkungan? Apa perbedaan Korling dan Ketua RW? Okee.. saya akan coba jelaskan. Yukk simak yaa! 😉
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa Lingkungan merupakan unit pemerintahan yang setingkat dengan dusun. Lingkungan adalah pembagian wilayah administratif yang bekerja di bawah kelurahan atau desa. Setiap lingkungan dipegang oleh satu orang yang menjabat sebagai Korling (Koordinator Lingkungan), singkatnya adalah Korling ini setara dengan Kepala Dusun. Koordinator Lingkungan ini merupakan perangkat wilayah kelurahan yang bekerja sebagai pembantu Lurah dalam menyelenggarakan pemerintahan pada bagian wilayah lingkungan. Secara tidak langsung, Korling adalah asisten dari Lurah. Korling sendiri harus berdomisili di lingkungan yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya. Lingkungan ini membawahi Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), dan perangkat-perangkat lain yang setara. Jadi, teman-teman sudah tahu kan bahwa Korling dan Ketua RW jelas berbeda. Secara pemerintahan, posisi Korling membawahi posisi Ketua RW. Pastinya tugas dan tanggung jawab Korling sendiri dengan Ketua RW juga berbeda.
Tugas Koordinator Lingkungan antara lain : 1) Membantu tugas Lurah dalam melaksanakan tugas operasional kewilayahan; 2) Membina wilayah dan kemasyarakatan, termasuk organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan olahraga; 3) Mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat setempat; 4) Sebagai penyelenggara kegiatan pemerintah, pembangunan, kemasyarakatan serta keamanan, ketentraman, dan ketertiban; 5) Sebagai pelaksana keputusan dan kebijakan Lurah; 6) Sebagai penyelenggara pembinaan kerukunan warga; 7) Membina dan meningkatkan partisipasi swadaya dan gotong royong masyarakat; 8) Sebagai penyelenggara penyuluhan kegiatan program-program pemerintah.
| Ketua KKN A176 (kiri) sedang foto bersama dengan Pak Korling Jatibedug (kanan) saat penyerahan plang ketika acara Pentas Akhir KKN A176 |
Selanjutnya, saya akan mencoba untuk menjelaskan juga tentang Korling itu sendiri. Sebenarnya penamaan Korling bukanlah hal yang baru teman-teman, karena tercantum juga dalam UU No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintah Desa. Pasal 1 (d) menyebutkan bahwa Lingkungan adalah bagian wilayah dalam kelurahan yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan kelurahan. Pasal 31 (1), untuk memperlancar jalannya pemerintahan kelurahan, di dalam kelurahan dapat dibentuk Lingkungan yang dikepalai oleh Kepala Lingkungan (Korling) sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri, (2) Kepala Lingkungan adalah unsur pelaksana tugas Kepala Kelurahan dengan wilayah kerja tertentu, (3) Kepala Lingkungan adalah Pegawai Negeri yang diangkat dan diberhentikan oleh Bupati/Walikota atas nama Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pembahasan lanjutan pada pasal 31 ayat (3) tentang status kepegawaian Korling. Korling sendiri bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), dapat dikatakan bahwa sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL), sehingga tidak ada ketentuan honorarium tertentu secara rutin bulanan, akan tetapi hanya berupa insentif kerja tertentu. Korling juga kemudian dianggap sebagai tokoh masyarakat. Korling biasanya mengurusi urusan administrasi, urusan kesejahteraan masyarakat, pengurusan KTP, KK, Surat Nikah, Surat Pindah, Surat Keterangan Kematian, Surat Keterangan Miskin, dan sebagainya.
Berdasarkan sumber yang saya baca, aturan menjadi Korling sebagai berikut : 1) Minimal berpendidikan SMA/sederajat; 2) Sudah berumah tangga; 3) Berusia minimal 25 tahun dan maksimal 60 tahun. Pengangkatan Korling dilaksanakan dengan pemilihan langsung oleh masyarakat (dipilih oleh warga). Kemudian, masa jabatannya adalah 3 tahun dan maksimal menjabat sebanyak 2 kali periode.
* (Dari Segala Sumber)
Sekian penjelasan saya tentang Koordinator Lingkungan, semoga sobat-sobat lebih paham ya sekarang. Saya akan melanjutkan cerita KKN pada hari kedua setelah kepulangan kami dari rumah Pak Korling. Karena kami tidak memiliki kegiatan pada waktu ini, akhirnya Mas Ikrom memanfaatkannya untuk melaksanakan program kerja (proker) individunya. Kegiatannya adalah Mas Ikrom mengajak anak-anak Jatibedug yang datang ke posko lagi untuk membuat dan bermain pesawat terbang dari kertas. (Katanya sih ini dimasukin langsung aja jadi Program Kerja Individunya. Kelihatan juga kan kalau kegiatannya ini aja enggak jelas 😐😂) Sedikit 'bongkar' cerita yaa... Dari 10 mahasiswa KKN A176, Proker Individu paling tidak jelas adalah Prokernya Mas Ikrom. (Kenapa? 😂) Karena Mas Ikrom sendiri juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan prokernya. Tidak hanya itu, setelah dia mengisi prokernya, kegiatan-kegiatannya juga terkadang tidak jelas dan 'menyusahkan' temannya. Alhasil, teman-teman yang bantuin prokernya Mas Ikrom bingung semua, mulai dari mengisi Catatan Harian sampai Laporan KKN (Hahaha... sabar yaa gengss).
Pokernya Mas Ikrom ini dapat dikatakan berhasil lho (Kenapa?), karena dia berhasil "membuat anak-anak bahagia dan seneng" kok 😉 ya kann... *mungkin ini adalah prinsipnya. 😂
Berikut foto-foto prokernya :
![]() |
| Diana bermain bersama dengan anak-anak Jatibedug sebelum prokernya Mas Ikrom dimulai |
![]() |
| Ririn, Bety, dan Cicha membantu anak-anak Jatibedug membuat pesawat-pesawatan dari kertas |
![]() |
| Dinda dan Valora juga asyik main pesawat-pesawatan nih |
![]() |
| Anak-anak Jatibedug bersiap untuk menerbangkan pesawat-pesawatnya (Ey.ey Captain ! *Spongebob's Version) |
![]() |
| Mas Ikrom foto bersama dengan teman-teman kecilnya, Jalu, Fandi, Vito (Kiri-Kanan) |
![]() |
| Enak yaa ? (Memang) |
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa kelompok KKN berjumlah 10 orang, akan tetapi sepulangnya dari jajan rujak ice cream, kami kembali melakukan rutinitas layaknya anak kos yang mandiri. Pada saat itu, teman kami, Nia sedang menimba air sumur untuk mencuci baju di belakang rumah. (Apa ? Nimba air di sumur ? Yaa.. karena mesin air sedang rusak pada hari-hari pertama kedatangan kami dan sedang dalam proses perbaikan) Dia mendengar suara anak kucing dan menimpali 'meongan' tersebut, sehingga si anak kucing ini menghampirinya, dan dia membawanya masuk ke dalam. Dengan nyeletus, dia berkata, "Kasian kucingnya kalau dibiarin." (Teman-teman pasti memahami apa yang dimaksud dari perkataannya). Baiklah, kami pun juga tidak mempermasalahkannya, siapa tahu si anak kucing ini mampu menjadi salah satu sumber kebahagiaan. Kami pun menjadikannya sebagai anggota ke-11 kelompok KKN A176 (Eh.. apa iya ? Ceritanya dibuat-buat aja sih jadi anggota ke-11). Setelah 'memakan' waktu yang panjang, kami akhirnya memberikan nama si anak kucing ini "IPUS" sama seperti yang diberikan oleh 'Mpunya'.
![]() |
| Ipus tidur terlelap di antara boneka-boneka |
Akhirnya, malam hari tiba. Yaa.. agenda kami selanjutnya adalah menghadiri Rapat Pemilihan Ketua RT 01 Lingkungan Jatibedug. Pelaksanaan agenda ini bertempat di Rumah Bapak Pardi. Lalu, apa saja kegiatan yang dilakukan selama Rapat Pemilihan Ketua RT ini berlangsung ? Kegiatan pertama yang dilakukan adalah arisan RT bapak-bapak, pembayaran iuran rutin, dan pembayaran koperasi RT (Seingetku ada 3x kegiatan pertama sebelum acara inti dimulai. Mungkin teman-teman yang tahu bisa menambahkannya 😁😆)
![]() |
| bapak-bapak sedang melakukan arisan, koperasi, dan pembayaran iuran |
Hal menarik yang terjadi pada acara ini adalah saya, pribadi, merasakan "kekhasan" masyarakat desa yang mana ungkapan "manusia adalah makhluk sosial" sangat terlihat dan terasa disini. Tidak hanya itu juga, acara ini pertama diisi oleh Bapak Korling Jatibedug yang menyampaikan sambutan. Kemudian, disusul oleh Bapak DPRD Wonogiri dan Bapak dari Dinas Pendidikan Wonogiri yang menghadiri dan menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat Jatibedug. Acara selanjutnya pasti adalah pemilihan ketua RT yang dilakukan dengan cara penunjukan beberapa nama, lalu dimusyawarahkan bersama. Beberapa nama tersebut dipilih oleh masyarakat yang hadir, lalu dilantik menjadi ketua RT yang baru. (Jeng..jeng..jeng) Ketua RT 01 yang baru adalah Bapak Suyadi. Harapannya adalah semoga diberi kelancaran dan kesuksesan dalam mengemban amanah. (Yaa kaann.. Aamiin 😁)
![]() |
| Bapak dari Dinas Pendidikan Wonogiri, Bapak DPRD Wonogiri, dan Bapak Korling Jatibedug menghadiri Rapat Pemilihan Ketua RT 01 |
Oh iya, dalam acara ini, kami juga tidak luput untuk memperkenalkan diri kami, memohon maaf, berterimakasih, dan memohon bantuannya untuk pelaksanaan KKN selama satu bulan. Selain itu, kami juga diberi waktu untuk menyampaikan beberapa program kerja kami selama satu bulan kedepan. Lalu, sesi selanjutnya adalah tanya jawab dan disambung dengan seperti sosialisasi oleh Bapak DPRD Wonogiri dan Bapak dari Dinas Pendidikan Wonogiri. Saya pikir hanya seperti itu saja susunan acaranya, setelah itu kami juga hanya mendengarkan sosialisasi dari beliau-beliau.
Sebenarnya proker kami saat ini dengan proker saat itu yang disampaikan kebanyakan sangat berbeda, karena kami juga sempat sosialisasi 'kesana-kemari' dan mendapatkan saran, nasehat, rekomendasi, dan lain sebagainya. (Jeng.. jeng.. jeng) Tersusunlah proker-proker kami seperti di bawah ini 😄. Berikut proker-proker kami yang tersusun :
a) Proker Kelompok Utama : Pendampingan TPA, Plangisasi, Festival Anak Sholih Jatibedug.
b)Proker Kelompok Penunjang : Sosialisasi Program Kerja KKN, Menyebarkan Surat Pemberitahuan Kegiatan KKN, Pendampingan PAUD, Pengajian Malam Jum'at, Bersih Dusun, Senam Sehat, Jalan Sehat, Pendampingan Rapat Karang Taruna, Pentas Akhir KKN, Pemanfaatan Barang Bekas bagi Ibu-Ibu PKK, Sayonara.
c) Proker Kelompok Tambahan : Rapat Pemilihan Ketua RT, Pertemuan Rutin PKK, Belajar Iqro', Kerja Bakti Turen dan Tanjung, Kerja Bakti di Kelurahan, Rapat Panitia Lomba TPA, Kerja Bakti Rasulan, Rasulan, Imunisasi MR PAUD Jatiwangi, dan Kerja Bakti Turen dan 17-an.
d) Proker Individu :
- Ikrom : Physic is Fun (Pengenalan Fisika kepada Anak)
- Sutrisno : Pelatihan Bahasa Jawa
- Rangga : Bedah Film dan Pendampingan Sepak Bola
- Ririn : Pengelolaan Arsip PAUD
- Cicha : Pendampingan Belajar SD
- Diana : Pelatihan Kerajinan Kokoru
- Dhila : Pengenalan dan Pelatihan Bahasa Prancis "Bonjour La France"
- Nia : Pelatihan Tari
- Novi : Bimbingan Belajar Matematika
- Bety : Pengenalan Dunia Sains dan Aplikasinya
e) Proker Individu Tambahan :
- Ririn : Pencatatan Database Inventarisasi Buku Perpustakaan SD N II Punduhsari
- Cicha : Membantu Mengajar di SD
- Bety : Pendampingan Belajar Fisika
- Nia : Pelatihan Tari 17-an
- Novi : Bimbingan Belajar Bahasa Inggris
Sampai disini ada yang ingin ditanyakan tentang proker kami ? Kalau ada, tinggalkan komentar saja di bawah ini. Kemudian, penasaran juga dengan setiap proker kami ? Tunggu chapter-chapter berikutnya yaa kalau begitu. 😄
Selanjutnya kita beralih pada pembicaraan lain seputar acara malam ini yaa.. Apakah sobat-sobat ardiani juga bertanya tentang kelakuan kami saat mengikuti acara ini ? Pasti tidak mungkin kan yaa kalau kita hanya duduk diam begitu saja. Sayangnya, ada beberapa kejadian yang tidak terdokumentasi dengan baik. Alhasil, kejadian ini berdasarkan cerita pribadi (yang semoga saja kejadian ini benar-benar asli dan memang dilakukan, tanpa rekayasa. Hahaha 😄)
![]() |
| Tim Cowok A176 (Ini baru foto yang benar) |
Kejadian lucu yang saya alami pada acara ini adalah ulah mas Sutrisno. Saya tidak tahu pasti apakah ada teman lainnya yang sama memperhatikan ulahnya (Ecieee... 😜). Dua cowok A176 adalah perokok (katakanlah begitu yaa, tapi mereka ini bukan perokok aktif kok, jadi kadang-kadang aja), sedangkan sisanya, (berarti) Mas Sutrisno, bukanlah cowok perokok (Give him applause. Hahaha). Sobat-sobat coba perhatikan foto di atas. Dalam foto tersebut, terlihat bahwa ada gelas yang berisi rokok ya kan? (Aku baru pertama kali ini lho gaes melihat gelas berisi rokok yang disuguhkan bersama jajanan lainnya dan aku langsung terkejut setibanya gelas tersebut, biasanya kan bapak-bapak sudah membawa "barang wajib" tersebut kemana-mana dan pastinya tidak akan terlupa).
Back to the story of Mas Sutrisno. Nah, Mas Sutrisno ini pura-pura jadi anak perokok ternyata (Hahaha 😂). Dia mengambil satu putung rokok dari dalam gelas tersebut, lalu melakukan pose seperti perokok pada umumnya dan mengulanginya beberapa kali, dan selanjutnya adalah memberikan rokok tersebut ke sampingnya, kalau tidak salah, ke Rangga (Ya gak ngga ? hahaha). Jadi, mas Sutrisno ini tidak merokok, tetapi dia pura-pura jadi cowok perokok. (Kelihatan kan sekarang kalau orang gabut di acara orang. Mereka mencari aktivitas lain dan terkadang melampaui 'kenormalannya').
(Mungkin begitulah sepenggal ceritaku pada acara ini, lalu bagaimana dengan ceritamu ?)
Hari beranjak semakin malam, waktu menunjukkan pukul 23.00 dan kami pamit pulang lebih awal, karena mata-mata sayup ini mulai mengantarkan kami untuk memasuki dunia fana yang indah tetapi sementara. Setelah keluar rumah, saya melihat ke atas, "awan gelap dan cahaya rembulan mulai menampakkan diri di dalam peraduannya". Saya mendengar sekeliling, "kicauan binatang malam yang tidak ingin mengalah juga mulai menemani setiap langkah menuju tempat persinggahan sementara kami". Kemudian, pada saat itu, di dalam hati saya berkata, "Apakah ini akan menjadi akhir dari cerita hari ini ? Lalu, bagaimanakah cerita hari selanjutnya ? Apakah akan seindah hari ini atau akan lebih indah ? Jujur aku tak tahu, tapi Tuhan telah punya rencana lain."
Sedikit kutipan dari Bapak DPRD Wonogiri yang mungkin mengusik pikiran saya dan membuat saya ingin menceritakannya, "Angan-angan dan cita-cita adalah dua hal yang berbeda. Angan-angan adalah hanya sebuah keinginan akan apa yang hendak kamu capai, tetapi cita-cita adalah sebuah bentuk pencapaian tentang apa yang ingin kamu hendaki mungkin saja sejak kamu kecil, sehingga kamu pasti akan melakukan apapun untuk mewujudkan cita-citamu, baik berdoa dan berusaha keras." Beliau berharap bahwa kami memiliki cita-cita, bukan angan-angan belaka. Lalu, beliau juga menambahkan sebuah kutipan berisi pesan dari Bapak Soekarno, "Toh, apabila kalian jatuh dalam pencapaian tersebut, kalian hanya akan jatuh di antara bintang-bintang di langit." 😊
![]() |
| Apa ini ? Apakah teman-teman mengingat ini ? |
[** Mohon maaf atas beberapa list yang mungkin tidak sesuai dengan faktanya, karena kami saat itu juga masih 'perkenalan'. Alhasil, beberapa list yang kami tulis terkadang belum valid, karena beberapa sumber yang diterima.]
Ternyata perkumpulan ini telah membuat malam menjadi semakin malam, denting jarum jam mulai terdengar oleh siapapun yang berusaha menjaga kantuknya, lambaian alam peraduan juga mulai merangkul kami untuk menghampirinya seakan telah mengetahui apa yang akan kami jumpai di dalam dunia fana yang 'katanya' hanya perpaduan harapan dan kejadian, tetapi entahlah.
Setelah membersihkan diri, kami pun bersiap-siap untuk tidur, kami menata tempat tidur, dan berdoa sebelum tidur. Dalam doa pun, saya berkata, "Terimakasih atas awal mula hal-hal indah pada hari ini dan semoga hari esok menjadi hari yang lebih indah dari hari ini. Selamat malam."
~
(To be continued)
Cerita KKN hari ketiga pun dimulai pada hari berikutnya, Kamis, 13 Juli 2017.
Terimakasih sobat-sobat ardiani sudah menjadikan postingan cerita ini sebagai bahan bacaan anda. Semoga bermanfaat 😄.
Kemudian, apa sih yang biasa saya dan teman-teman satu kelompok lakukan selama KKN satu bulan ? Apakah akan ada cerita cinta seperti celotehan para dosen ? Nantikan cerita-cerita saya tentang KKN selanjutnya yaa... Au revoir! 😙
*Foto dari berbagai sumber


















Komentar
Posting Komentar