Hallo sobat-sobat ardiani 😀
Apakah kalian penikmat wisata sejarah, seperti candi-candi yang
tersebar di seluruh Indonesia?
Lalu, bagaimana dengan kunjungan kalian ke Candi Sari ?
Apakah kalian sudah tahu tentang Candi Sari ini?
Lalu, bagaimana dengan kunjungan kalian ke Candi Sari ?
Apakah kalian sudah tahu tentang Candi Sari ini?
Sebagian orang mungkin jarang mengunjungi, bahkan mengetahui keberadaan candi ini, termasuk saya pada awalnya. Guide Book Sleman Travelling With Love
berhasil menarik saya untuk melihat lebih jauh sisi tempat-tempat
wisata yang ada di Wilayah Yogyakarta ini, baik wisata alam, wisata
desa, wisata sejarah, wisata kuliner, museum dan monumen, dan
sebagainya.
Candi Sari ini adalah Candi Buddha yang terletak di timur laut
Yogyakarta. Candi ini berlokasi tidak jauh dari Candi Sambisari, Candi
Kalasan (sekitar 0,5 km), dan Candi Prambanan (Mungkin bisa menjadi
jalur destinasi sobat). Candi ini juga tidak begitu jauh dari Bandara
Adisucipto hanya sekitar 5,3 km. Dari arah barat, sobat-sobat hanya
perlu mencari Rumah Makan Ayam Goreng Mbok Berek dan Masjid An-Nurumi
yang berada kiri jalan, sobat nanti akan melihat belokan ke kiri, lalu
belok kiri, lurus, dan ikuti jalannya saja sampai sobat-sobat menemukan
candinya. Candi ini terletak di Dusun Bendan, Desa Tirtamartani,
Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Candi Sari ini dibangun pada abad VII Romawi atau sekitar abad
ke-8 dan ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno ketika Rakai Panangkaran
memerintah. Candi ini pertama kali ditemukan pada awal abad ke-20 dan
mulai direstorasi pertama pada tahun 1929 - 1930. Pada bagian atas candi
ini terdapat sembilan buah stupa dan tersusun dalam tiga deretan sejajar,
sayangnya kondisi stupa-stupa tersebut tidak dalam keadaan tertata
dengan baik.
Setelah
sobat-sobat melihat candinya secara dekat, pastinya akan kagum dengan
bentuk arsitektur bangunan ini, karena bangunan ini memiliki tinggi dan
lebar yang tidak biasa. Bahkan Candi Sari ini digadang-gadang sebagai Angkor Thomnya Indonesia.
Sebenarnya, Angkor Thom adalah reruntuhan kompleks ibu kota kerajaan
Khmer kuno di Kamboja. Angkor Thom melingkupi bagian tengah kompleks
kota kuno Angkor. Kemudian, reruntuhan di dalam kompleks kota ini
terdapat berbagai istana, arca-arca besar, dan candi-candi yang
diantaranya adalah Candi Baphuon. Candi ini adalah candi
bertingkat tiga yang mana bentuk arsitektur tersebut sama dengan Candi
Sari yang ada di Indonesia, sehingga tidak heran jika Candi Sari
dijuluki sebagai Angkor Thomnya Indonesia.
![]() |
| Candi Baphuon yang berlokasi di Angkor Thom Kamboja (Credit Aleksandar Todorovic via cambodia-hotels.com) |
![]() |
| Tampilan Depan Candi Sari (Timur) |
Candi Sari ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 17,30 x 10 meter dan tinggi keseluruhan candi dari permukaan tanah sampai puncak stupa adalah 18 m. Dahulu candi ini memiliki gerbang, akan tetapi gerbang ini sudah tidak ada lagi dan digantikan oleh gerbang biasa yang terbuat dari besi sebagai batas antara rumah penduduk dan candi ini sendiri. Di dalam candi terdapat tiga ruangan berjajar yang masing-masing berukuran 3,48 m x 5,80 m. Kemudian, ruangan-ruangan candi tersebut memiliki dua atau tiga tingkat yang berada persis di bawah masing-masing stupa, sehingga dalam candi ini seluruhnya terdapat 6 ruangan yang mana dinding bagian dalamnya polos tanpa hiasan. Hal ini dapat dilihat dari tampilan Candi Sari seperti pada gambar di atas. Menurut saya, perbedaan candi ini dengan candi-candi lainnya adalah interior, struktur, dan bentuk dari Candi Sari itu sendiri, sehingga terlihat kemegahannya.
Pada zaman dahulunya, beberapa ruangan bertingkat ini diperkirakan
sebagai tempat meditasi bagi para biksu (pendeta Buddha). Selain itu,
candi ini juga berfungsi menjadi suatu Vihara Buddha,
serta menjadi tempat pembelajaran bagi para biksu. Lantai atas candi ini
digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang
berhubungan dengan keagamaan, sementara lantai bawah digunakan sebagai
tempat kegiatan keagamaan, belajar-mengajar, diskusi, dan
sebagainya.
![]() |
| Tampilan Belakang Candi Sari (Barat) |
Candi Sari ini berdiri megah menghadap ke arah timur. Dinding-dindingnya ditutupi dengan Vajralepa (bajralepa), lapisan pelindung yang juga mirip dengan dinding-dinding di Candi Kalasan. Dinding luar candi dihiasi dengan pahatan arca dan hiasan lain yang sangat indah. Jumlah arca keseluruhan adalah 36 buah, terdiri dari 8 arca di dinding depan (timur), 8 arca di dinding utara, 8 arca di dinding selatan, dan 12 arca di dinding belakang (barat). Ukuran arca-arca tersebut sama seperti ukuran tubuh manusia pada umumnya.
Pada ambang pintu dan jendela dinding depan candi ini, sobat-sobat akan menemukan sepasang arca laki-laki dan wanita dalam posisi berdiri memegang teratai. Kemudian, dekorasi lain yang dapat kita temukan adalah pahatan berbagai bentuk, seperti Kinara Kinari (seorang pria dengan kepala burung), Suluran, dan Kumuda (daun dan bunga yang menjulur keluar dari sebuah jambangan bulat). Di atas ambang jendela dan relung-relung lain dihiasi dengan Kalamakara tanpa rahang bawah.
![]() |
| Tampilan Samping Candi Sari (Utara) |
Jika sobat-sobat ingin mengunjungi candi ini cukup membayar Rp 2.000,00 per orang dan pada jam buka operasional, yaitu jam 09.00 - 17.00.
Nah ... begitu sedikit penjelasan tentang Candi Sari, sudah selayaknya tempat wisata bersejarah satu ini kita kunjungi. Sobat-sobat akan merasakan kemegahan dan keindahan bentuk candi yang tidak biasa ini. Mungkin sobat-sobat bisa menjadikan tempat ini sebagai spot foto terbaik anda, tapi jangan sampai sobat-sobat menghancurkan, mencorat-coret, dan sebagainya. Mari kita sebagai generasi penerus bangsa selalu tetap menjaga dan melestarikan tempat-tempat bersejarah, salah satunya adalah Candi Sari ini. Siapa tahu dengan bantuan kita, Candi Sari ini khususnya dapat menjadi objek wisata yang dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Terimakasih sobat-sobat Ardiani telah menjadikan postingan ini sebagai bahan bacaan anda. Semoga bermanfaat 😃
Nantikan postingan-postingan lainnya yaa tentang tempat-tempat wisata di Yogyakarta yang pernah saya kunjungi. Au revoir! 😊





Komentar
Posting Komentar