WAJIB BACA : Cerita ini adalah 100% cerita KKN A176 yang dialami dan dilakukan oleh penulis sendiri, sehingga cerita ini tidak mengandung unsur rekayasa maupun unsur buatan. Selamat Membaca!
Sebagian mahasiswa menganggap KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah program yang memberatkan, akan tetapi banyak mahasiswa juga yang menganggap bahwa KKN adalah salah satu program yang bermanfaat, yaitu mahasiswa belajar tentang bersosialisasi di dalam masyarakat, menambah pertemanan, bahkan mendapatkan jodoh atau pacar (hehehe... 😁) sesuai dengan celotehan para dosen, kepanjangan dari KKN adalah Kisah Kasih Nyata.
Setiap universitas memiliki aturan sendiri untuk menentukan lamanya KKN berlangsung apakah satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan. Hal tersebut juga disesuaikan dengan program KKN yang diikuti. Berdasarkan jenisnya, program KKN dibagi menjadi beberapa program, yaitu Tematik, Kebangsaan, ataupun Reguler. Tidak semua mahasiswa dapat mengikuti KKN Tematik ataupun Kebangsaan dengan mudah, karena mahasiswa tersebut perlu menjalani beberapa proses, seperti pendaftaran, kesiapan, seleksi, dan sebagainya. Untuk mahasiswa biasa, seperti saya, yang tidak mengikuti beberapa proses seleksi dapat mengikuti KKN Reguler seperti program KKN pada umumnya. Kemudian, berdasarkan keputusan universitas, saya dan teman-teman hanya menjalani KKN selama 1 bulan.
Oh ya sebelumnya, saya tidak memilih siapa saja teman-teman KKN yang ada dalam satu kelompok, sehingga saya mendapatkan teman-teman dari seluruh fakultas sesuai dengan keputusan yang telah disusun oleh pihak kampus. Alhasil, saya juga perlu yang namanya pendekatan alias pengenalan dengan teman-teman KKN lainnya (hahaseq.. 😃). Satu kelompok KKN terdiri dari 10 mahasiswa dan kali ini saya mendapatkan teman dari Jurusan Fisika, Pendidikan Bahasa Jawa, Pendidikan IPS, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Guru SD, Pendidikan PAUD, Pendidikan Seni Tari, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Prancis (Ini jurusanku lhoo ya.. hehe). Penasaran ?
(jengg...jengg..jenggg) (berubah nonformal sedikit) Sayangnya ini enggak lengkap yaa, hanya 7 orang. Nah ini adalah momen PDKT kita yang pertama kali. Lalu, apa yang ada di benak kalian pertama kali ketika ketemu sama orang-orang kayak di atas ? Orangnya nyebelin, enggak asik, pendiem, idealis banget, atau enggak punya selera humor 'guyonan' atau ejekan yang sama ? (hohoho... ). Kalau kalian tanya pendapatku, mungkin aku akan langsung menjawab "guyonan e podo ora yo ?" atau dalam bahasa Indonesia kurang lebih menjadi "apakah selera humor kita sama atau tidak?"
Pada momen di atas, kita membahas ya mungkin enggak banyak sih, seperti pengenalan, susunan keorganisasian, dan curhat-curhat seputar KKN. Hasilnya (jeng..jeng..jeng) kelompok KKN kita mempunyai ketua, sekertaris, dan bendahara setelah melakukan voting (yang tidak sengit yaa, hanya berupa pilihan). Perlu gak sih nyebutin siapa yang menjadi ketua, sekertaris, dan bendahara ? (hahahaa... 😄). Ya udah, intinya mereka adalah orang-orang terpilih yang menurutku memang cocok kok untuk mengemban amanah itu. (salutt..saluutt..saluutt 👍)
Setelah pengenalan yang di atas, sebenarnya kita masih melakukan fase pengakraban lagi yang kedua (tapi mohon maaf kami tidak memiliki fotonya). Nah di sesi ini, kami membahas enggak banyak juga sih, yaitu hanya perlengkapan apa saja yang dibutuhkan selama KKN dan siapa saja yang akan membawa barang tersebut, membayar iuran untuk hidup selama KKN, dan program kerja apa saja yang akan kita kerjakan disana. Padahal pada saat ini, kelompok kami belum mendapatkan keputusan dimana lokasi KKN yang akan kami tempati, walaupun kami telah mengetahui bahwa kami akan melakukan KKN di Wonogiri, Kecamatan Manyaran, Kelurahan Punduhsari.
Fase pengenalan berakhir, kami melanjutkan hubungan pertemanan hanya melalui Whatsapp hingga Waktu Pembekalan dan Ujian KKN ditentukan. Akhirnya waktu itu tiba, yaitu Selasa, 6 Juni 2017, kami bertemu lagi di Auditorium UNY. Disini kami masih mengingat-ingat nama panggilan satu sama lain dan alhasil masih ada yang kebalik-balik, kalau aku dulu masih kebalik antara Cicha dan Diana. (Penasaran anaknya yang mana ? Oke lain kali, aku akan membahas khusus tentang mereka deh 😏. Tidak apa-apa yaaa, kalau aku membahas para personil kelompok KKN disini). Sedikit cerita, nama kelompok KKN kami adalah kelompok KKN A176. Kemudian, kami dan kelompok KKN yang lain mengikuti pembekalan seputar KKN bersama-sama.
Pembekalan KKN ini berisi tentang apa yang dimaksud dengan KKN, apa yang harus dilakukan ketika KKN, potensi daerah sasaran apa saja yang dapat dijadikan sebagai program kerja, lamanya jam yang dibutuhkan untuk mencapai ketuntasan kegiatan KKN (disini minimal 136 jam), dan sebagainya. Kami juga bertemu dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk pertama kalinya. Setelah acara pembekalan, kami membahas waktu pertemuan sesi kedua untuk melaksanakan pembekalan secara khusus dan ujian tertulis dengan DPL. (Apa KKN ada ujiannya 😱 ? Yaa, disini memang ada ujiannya yang mana sistematikanya sesuai dengan dosen pembimbing masing-masing).
Perlu tidak sih saya (kembali formal sedikit yaa..) membahas tentang pembekalan yang kedua dan ujian tertulisnya ? baik, jika hal tersebut adalah perlu, maka saya akan menjelaskannya sedikit saja. Pembekalan yang kedua ini dilaksanakan sesuai dengan perjanjian antara kalian (kelompok KKN) dengan dosen pembimbing, sehingga waktu dan tempat pelaksanaan bisa berbeda-beda. Berdasarkan aturan main kampus ini, sepertinya setiap dosen pembimbing membawahi 4 kelompok KKN. Kalau pembimbing saya membawahi kelompok KKN A173 - A176. Pada pembekalan tersebut, Pak DPL akan menjelaskan tentang ketentuan program-program kerja, menyusun matriks, catatan harian, laporan, baik kelompok dan individu, baik utama, penunjang, tambahan, dan insidental (Waduhh... apalagi ini ya kaann 😅. Apakah perlu dibahas juga ? Oke, nanti saya akan menjelaskannya di bagian yang berbeda dengan alinea ini).
Kemudian, Pak DPL memberikan lembaran kertas yang berisi beberapa pertanyaan seputar KKN, Matriks, dan sebagainya (kalau spoiler nanti kurang seruu yaaa kan). Ini adalah lembar soal untuk ujian tertulis KKN yang mana pertanyaan-pertanyaannya juga dijamin mudah, walapun membutuhkan kertas yang lumayan banyak. Tidak hanya itu, Pak DPL juga akan menanyakan "kapan kita (kelompok-kelompok KKN) melakukan observasi?".
Perlu tidak sih saya (kembali formal sedikit yaa..) membahas tentang pembekalan yang kedua dan ujian tertulisnya ? baik, jika hal tersebut adalah perlu, maka saya akan menjelaskannya sedikit saja. Pembekalan yang kedua ini dilaksanakan sesuai dengan perjanjian antara kalian (kelompok KKN) dengan dosen pembimbing, sehingga waktu dan tempat pelaksanaan bisa berbeda-beda. Berdasarkan aturan main kampus ini, sepertinya setiap dosen pembimbing membawahi 4 kelompok KKN. Kalau pembimbing saya membawahi kelompok KKN A173 - A176. Pada pembekalan tersebut, Pak DPL akan menjelaskan tentang ketentuan program-program kerja, menyusun matriks, catatan harian, laporan, baik kelompok dan individu, baik utama, penunjang, tambahan, dan insidental (Waduhh... apalagi ini ya kaann 😅. Apakah perlu dibahas juga ? Oke, nanti saya akan menjelaskannya di bagian yang berbeda dengan alinea ini).
![]() |
| Sekilas materi-materi yang disampaikan oleh Pak DPL. |
Kemudian, Pak DPL memberikan lembaran kertas yang berisi beberapa pertanyaan seputar KKN, Matriks, dan sebagainya (kalau spoiler nanti kurang seruu yaaa kan). Ini adalah lembar soal untuk ujian tertulis KKN yang mana pertanyaan-pertanyaannya juga dijamin mudah, walapun membutuhkan kertas yang lumayan banyak. Tidak hanya itu, Pak DPL juga akan menanyakan "kapan kita (kelompok-kelompok KKN) melakukan observasi?".
Saya akan berbagi sedikit cerita tentang macam matriks. Matriks sendiri dibagi menjadi dua, yaitu matriks kelompok dan individu. Kelompok berisi tentang program-program kerja kalian yang bersifat kelompok. Program Kerja Kelompok adalah program kerja yang dirancang,
dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan oleh seluruh anggota kelompok
atau lebih dari separuh anggota kelompok. Kemudian, Individu berisi tentang program-program kerja yang sifatnya individu. Program Kerja Individu adalah program kerja yang dirancang, dilaksanakan
oleh separuh anggota kelompok atau kurang (kalau kelompok kita,
pembantu program kerja individu sebanyak 3 orang) dan
dipertanggungjawabkan oleh individu (mahasiswa yang memiliki program kerja tersebut).
Matriks program kerja ini terdiri dari identitas, nama kegiatan, waktu kegiatan (minggu ke- dan tanggal), jenis kegiatan, jumlah kegiatan, dan pengesah matriks. Lalu, matriks kelompok maupun individu ini memiliki 4 bagian, yaitu utama, penunjang, tambahan, dan insidental yang mana 4 bagian tersebut berhubungan dengan program-program kerja kita.
Berikut adalah bentuk contoh matriks kelompok, individu, dan bonus foto catatan harian.
Kalau sebelumnya saya membahas tentang matriks, sekarang saya akan menjelaskan tentang Program Kerja Utama, Penunjang, Tambahan, dan Insidental, baik pada matriks kelompok maupun individu. Program kerja kelompok utama adalah program KKN yang diunggulkan, melibatkan partisipasi masyarakat paling banyak, memakan waktu dan biaya paling banyak juga; program kerja kelompok penunjang adalah kegiatan kelompok yang sifatnya menunjang keberhasilan program utama; program kerja kelompok tambahan adalah kegiatan yang berasal dari permintaan warga sasaran (mudahnya adalah beberapa warga sasaran atau sekitarnya meminta bantuan kepada kita untuk melakukan sesuatu); program kerja kelompok insidental adalah kegiatan yang tidak direncanakan, misalkan Lelayu (melayat warga sasaran yang meninggal), Rewang (membantu hajatan warga sasaran).
Program kerja individu utama adalah program kerja yang berhubungan dengan kompetensi program studi mahasiswa; program kerja individu penunjang adalah program yang dilakukan karena mahasiswa memiliki keterampilan di luar program studinya (singkatnya kita membantu program kerja individu utama teman satu kelompok kita yang lain); program kerja individu tambahan adalah program kerja individu yang bersifat permintaan berupa bantuan tenaga kerja; program kerja individu insidental adalah program kerja yang tidak direncanakan.
Matriks program kerja ini terdiri dari identitas, nama kegiatan, waktu kegiatan (minggu ke- dan tanggal), jenis kegiatan, jumlah kegiatan, dan pengesah matriks. Lalu, matriks kelompok maupun individu ini memiliki 4 bagian, yaitu utama, penunjang, tambahan, dan insidental yang mana 4 bagian tersebut berhubungan dengan program-program kerja kita.
Berikut adalah bentuk contoh matriks kelompok, individu, dan bonus foto catatan harian.
![]() |
| Matriks kelompok |
![]() |
| Matriks Individu |
![]() |
| Catatan Harian |
Kalau sebelumnya saya membahas tentang matriks, sekarang saya akan menjelaskan tentang Program Kerja Utama, Penunjang, Tambahan, dan Insidental, baik pada matriks kelompok maupun individu. Program kerja kelompok utama adalah program KKN yang diunggulkan, melibatkan partisipasi masyarakat paling banyak, memakan waktu dan biaya paling banyak juga; program kerja kelompok penunjang adalah kegiatan kelompok yang sifatnya menunjang keberhasilan program utama; program kerja kelompok tambahan adalah kegiatan yang berasal dari permintaan warga sasaran (mudahnya adalah beberapa warga sasaran atau sekitarnya meminta bantuan kepada kita untuk melakukan sesuatu); program kerja kelompok insidental adalah kegiatan yang tidak direncanakan, misalkan Lelayu (melayat warga sasaran yang meninggal), Rewang (membantu hajatan warga sasaran).
Program kerja individu utama adalah program kerja yang berhubungan dengan kompetensi program studi mahasiswa; program kerja individu penunjang adalah program yang dilakukan karena mahasiswa memiliki keterampilan di luar program studinya (singkatnya kita membantu program kerja individu utama teman satu kelompok kita yang lain); program kerja individu tambahan adalah program kerja individu yang bersifat permintaan berupa bantuan tenaga kerja; program kerja individu insidental adalah program kerja yang tidak direncanakan.
---
Selanjutnya, saya kembali bercerita tentang kegiatan KKN pada tahap observasi ke daerah sasaran. Kami melakukan observasi sebanyak dua kali, akan tetapi kami tidak memiliki bahan dokumentasi untuk yang pertama. Berikut foto-foto kami ketika melakukan observasi yang kedua. (FYI : Kami disini telah mendapatkan informasi bahwa lokasi KKN yang akan kami tempati adalah lingkungan Jatibedug).
Selanjutnya, saya kembali bercerita tentang kegiatan KKN pada tahap observasi ke daerah sasaran. Kami melakukan observasi sebanyak dua kali, akan tetapi kami tidak memiliki bahan dokumentasi untuk yang pertama. Berikut foto-foto kami ketika melakukan observasi yang kedua. (FYI : Kami disini telah mendapatkan informasi bahwa lokasi KKN yang akan kami tempati adalah lingkungan Jatibedug).
![]() |
| Ini adalah plang yang menunjukkan arah ke Lingkungan Jatibedug |
![]() | ||
| Foto full team ketika kami melakukan observasi yang kedua |
Sebelum saya mengganti topik cerita yang lain, mungkin masih adakah yang penasaran dengan kata "lingkungan" pada penamaan lokasi KKN kita? Apakah ini pertama kalinya kalian mendengar istilah ini? Yaa sama halnya dengan saya. Saya juga baru pertama kali mendengar dan mengetahui istilah tersebut. Yukk simak sedikit penjelasan dari saya!
Lingkungan adalah pembagian wilayah administratif yang bekerja di bawah kelurahan atau desa. Lingkungan merupakan unit pemerintahan yang setingkat dengan dusun. Kemudian, lingkungan membawahi Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), dan perangkat-perangkat lain yang setara.
Mungkin teman-teman juga penasaran, "lalu apa perbedaan antara kelurahan dan desa ?". Singkat cerita, menurut wikipedia, desa dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan berdasarkan prakarsa Pemerintah Desa bernama BPD dengan memerhatikan saran dan pendapat masyarakat setempat. Desa yang berubah menjadi Kelurahan, Lurah, dan Perangkatnya diisi dari pegawai negeri sipil. Kemudian, dusun adalah suatu daerah dimana terdapat beberapa rumah atau keluarga yang bertempat tinggal disana.
---
---
Selanjutnya, saya ingin bercerita tentang upacara pelepasan mahasiswa KKN Semester Khusus. Sebelum itu, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu tentang waktu pelaksanaan program KKN di kampus kami. Program KKN ini terjadwal ke dalam 3 waktu atau sesi, yaitu Semester Genap, Semester Khusus, dan Semester Ganjil. Apabila sobat-sobat ardiani mengambil waktu pada Semester Genap, maka kalian harus pandai-pandai mengatur jadwal, karena program KKN akan 'berbarengan' dengan waktu kalian kuliah, singkatnya kuliah sambil KKN, akan tetapi berbeda dengan pelaksanaan program KKN pada Semester Khusus. Menurut saya, pengambilan program KKN pada waktu ini lebih mudah dan tidak memberatkan, karena kita lebih fokus pada satu bidang juga. Berdasarkan teman-teman saya yang melaksanakan KKN pada Semester Genap, mereka biasanya melaksanakan KKN mulai hari Jum'at siang hingga hari Minggu, lalu mereka kembali kuliah dan beraktivitas di kampus pada hari Senin sampai Jum'at siang selama 2 bulan lamanya. Kemudian, pelaksanaan program KKN pada Semester Khusus, kita akan jarang pulang atau mungkin kita tidak akan ada waktu untuk pulang dan harus tinggal di salah satu rumah warga sesuai dengan arahan dan saran yang mungkin dianjurkan oleh Kades, Kadus, Pak/Bu Lurah selama 1 bulan. Hal tersebut belum tentu juga berlaku pada program KKN Semester Genap, karena mereka hanya memiliki waktu tiga hari untuk menetap, jadi lebih sering bolak-balik juga, tetapi tenang saja biasanya lokasi KKN juga dekat, tidak jauh dari tempat kuliah (tapi tergantung keputusan kampusnya juga sih. hehehe). Selain itu, pada program KKN Semester Khusus, frekuensi kita bertemu juga akan lebih sering, hal ini justru memudahkan kita dalam mengatur, merencanakan, dan mengomunikasikan informasi-informasi apapun itu yang berkaitan dengan kegiatan KKN. Perbedaan lainnya adalah jika kalian ingin mencari gebetan, pacar, dan jodoh, lalu ingin mengetahui keseharian mereka, mungkin pilihan program KKN Semester Khusus sangat dianjurkan sekali. (hahaha 😆😆 Kalian akan tinggal satu rumah selama satu bulan, gimana kalian gak tahu kesehariannya si doi kan yaa). Menurut saya, pelaksanaan program KKN pada Semester Ganjil mungkin hampir sama dengan Semester Genap. Semoga sobat-sobat ardiani punya sedikit pandangan yaa, gimana suasana waktu KKN Semester Genap, Khusus, dan Ganjil.😁
Info tambahan, Semester Genap biasanya dilaksanakan pada semester 6, Semester Khusus biasanya dilaksanakan pada saat liburan semester (antara semester 6 dan 7), kalau Semester Ganjil mungkin dilaksanakan pada semester 7.
Back to acara upacara pelepasan mahasiswa KKN Semester Khusus, kami melaksanakan upacara ini pada Selasa, 11 Juli 2017 yang diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN Semester Khusus, baik Kelompok A maupun B (Duh apa lagi ini ? Kenapa ada kelompok B segala ? 😅). Begini penjelasannya, kampus kami membagi kelompok KKN menjadi 2 kloter, yaitu kloter pertama disebut sebagai kelompok A, sedangkan kloter kedua disebut kelompok B. Kloter pertama ini (yang mana saya berada di dalam kloter ini) dilaksanakan mulai 11 Juli sampai 10 Agustus 2017 dan kloter kedua dilaksanakan mulai 11 Agustus sampai 10 September 2017 (Untuk kloter kedua ini semoga benar).
Setelah upacara pelepasan mahasiswa KKN selesai, kami berkumpul untuk makan siang bersama-sama dan kami mulai melakukan perjalanan ke lokasi KKN pukul 12.30 WIB. Hal yang menarik dari perjalanan ini adalah kami berangkat dari arah Gunung Kidul, sehingga kami menempuh waktu kurang lebih 2 jam untuk tiba di lokasi. Alhasil, kami terlambat mengikuti upacara penerimaan mahasiswa KKN di Kantor Kecamatan Manyaran dan akhirnya kami kembali ke posko KKN tercinta kami. (Ibaratnya adalah kalian harus melingkari jalur selatan untuk sampai ke Wonogiri. Hahaha 😆)
Setelah tiba di posko KKN, kegiatan yang kami lakukan pertama kali adalah membersihkan rumah, menata dan mengatur barang bawaan kami yang telah datang pada hari sebelumnya. Saat tengah melakukan tugas bersih-bersih, DPL kami tiba-tiba datang mengunjungi posko untuk survey (katakanlah begitu yaa).
Tidak sampai satu jam dosen kami berada di posko, beliau langsung melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke Jogja dan kami juga melanjutkan pekerjaan kami yang sempat tertunda hingga malam hari menjelang. Ibu-ibu A176 mulai menunjukkan skill dan keahlian mereka di dapur, sedangkan anggota lainnya siap menjadi juri dan menunggu hasil masakan mereka di ruang tamu yang mana saya dan teman-teman lainnya sedang melakukan masa penjajakan 'memahami' satu sama lain kembali (hahaseq.. 😃). Lalu, hal yang membuat saya berdecak kaget ketika masakan tersebut tiba adalah ibu-ibu A176 ini masak nasi goreng pada malam hari pertama (ya tidak apa-apa sih), lalu kami mengambil moment ini bersama (mohon maaf jika foto berikut tidak terlalu jelas).
(To be continued ...)
Cerita KKN hari kedua pun dimulai pada hari berikutnya, Rabu, 12 Juli 2017.
Terimakasih sobat-sobat ardiani sudah menjadikan postingan cerita ini sebagai bahan bacaan anda. Semoga bermanfaat 😄.
Kemudian, apa sih yang biasa saya dan teman-teman satu kelompok lakukan selama KKN satu bulan ? Apakah ada cerita cinta seperti celotehan para dosen di atas ? Nantikan cerita-cerita saya tentang KKN selanjutnya yaa... Au revoir 😙
Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini, jika ada pertanyaan-pertanyaan seputar KKN 😀
*Foto dari berbagai sumber
Info tambahan, Semester Genap biasanya dilaksanakan pada semester 6, Semester Khusus biasanya dilaksanakan pada saat liburan semester (antara semester 6 dan 7), kalau Semester Ganjil mungkin dilaksanakan pada semester 7.
Back to acara upacara pelepasan mahasiswa KKN Semester Khusus, kami melaksanakan upacara ini pada Selasa, 11 Juli 2017 yang diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN Semester Khusus, baik Kelompok A maupun B (Duh apa lagi ini ? Kenapa ada kelompok B segala ? 😅). Begini penjelasannya, kampus kami membagi kelompok KKN menjadi 2 kloter, yaitu kloter pertama disebut sebagai kelompok A, sedangkan kloter kedua disebut kelompok B. Kloter pertama ini (yang mana saya berada di dalam kloter ini) dilaksanakan mulai 11 Juli sampai 10 Agustus 2017 dan kloter kedua dilaksanakan mulai 11 Agustus sampai 10 September 2017 (Untuk kloter kedua ini semoga benar).
![]() | |||||||||||
Sesi foto bersama sebelum masuk ke GOR untuk melaksanakan 'ritual' upacara pelepasan Mahasiswa KKN
|
Berikut beberapa foto ketika upacara pelepasan. Kita mah apa lagi ada upacara, kita asyik foto-foto sendiri. (hahaha.. tidak apa-apa, cari momen saudara-saudara). Upacara pelepasan ini mungkin sama seperti upacara pelepasan lainnya, sambutan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Padamu Negeri, adanya arahan tentang KKN itu sendiri, pelepasan dengan memberangkatkan bus-bus yang ditumpangi oleh teman-teman, para pengemban tugas negara di lokasi nan jauh disana pokoknya, dan akhirnya pulang (eh salah, kita berangkat ke lokasi KKN kok. hahaha 😅)
Setelah upacara pelepasan mahasiswa KKN selesai, kami berkumpul untuk makan siang bersama-sama dan kami mulai melakukan perjalanan ke lokasi KKN pukul 12.30 WIB. Hal yang menarik dari perjalanan ini adalah kami berangkat dari arah Gunung Kidul, sehingga kami menempuh waktu kurang lebih 2 jam untuk tiba di lokasi. Alhasil, kami terlambat mengikuti upacara penerimaan mahasiswa KKN di Kantor Kecamatan Manyaran dan akhirnya kami kembali ke posko KKN tercinta kami. (Ibaratnya adalah kalian harus melingkari jalur selatan untuk sampai ke Wonogiri. Hahaha 😆)
Setelah tiba di posko KKN, kegiatan yang kami lakukan pertama kali adalah membersihkan rumah, menata dan mengatur barang bawaan kami yang telah datang pada hari sebelumnya. Saat tengah melakukan tugas bersih-bersih, DPL kami tiba-tiba datang mengunjungi posko untuk survey (katakanlah begitu yaa).
![]() |
| Kunjungan Dosen Pembimbing ke Posko KKN Kami |
Tidak sampai satu jam dosen kami berada di posko, beliau langsung melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke Jogja dan kami juga melanjutkan pekerjaan kami yang sempat tertunda hingga malam hari menjelang. Ibu-ibu A176 mulai menunjukkan skill dan keahlian mereka di dapur, sedangkan anggota lainnya siap menjadi juri dan menunggu hasil masakan mereka di ruang tamu yang mana saya dan teman-teman lainnya sedang melakukan masa penjajakan 'memahami' satu sama lain kembali (hahaseq.. 😃). Lalu, hal yang membuat saya berdecak kaget ketika masakan tersebut tiba adalah ibu-ibu A176 ini masak nasi goreng pada malam hari pertama (ya tidak apa-apa sih), lalu kami mengambil moment ini bersama (mohon maaf jika foto berikut tidak terlalu jelas).
(Terimakasih ibu-ibu A176 atas masakannya 😊) Setelah acara makan bersama-sama selesai, kami melanjutkan sesi pendekatan dan pengenalan lebih jauh lagi (mungkin bisa jadi ini awal dari cinlok a.s cinta lokasi yaa..). Kemudian, hari pertama kami ditutup dengan suasana malam yang sangat syahdu nan tenang dengan ditemani cahaya sang rembulan.
(To be continued ...)
Cerita KKN hari kedua pun dimulai pada hari berikutnya, Rabu, 12 Juli 2017.
Terimakasih sobat-sobat ardiani sudah menjadikan postingan cerita ini sebagai bahan bacaan anda. Semoga bermanfaat 😄.
Kemudian, apa sih yang biasa saya dan teman-teman satu kelompok lakukan selama KKN satu bulan ? Apakah ada cerita cinta seperti celotehan para dosen di atas ? Nantikan cerita-cerita saya tentang KKN selanjutnya yaa... Au revoir 😙
Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini, jika ada pertanyaan-pertanyaan seputar KKN 😀
*Foto dari berbagai sumber
















Komentar
Posting Komentar